Apa itu "Vegas Dream"? Apakah mimpi jalan-jalan wisata ke Las Vegas (Nevada, USA)?
Bukan, Vegas Dream adalah istilah yang saya ciptakan sendiri, yang artinya mengacu kepada "kaya mendadak" sekaligus bisa juga "miskin mendadak", karena memang begitulah kehidupan di Las Vegas, cepat kaya atau cepat miskin, atau bisa mendadak kaya sekaligus mendadak miskin.
Las Vegas terkenal dengan kota perjudian terbesar di USA, dan di sana judi dan minuman keras tentu saja dilegalkan, justru itulah komoditi utama yang diperdagangkan.
Mungkin kata-kata Vegas, judi, minuman keras, terkesan negatif, tapi bukan itu yang saya maksudkan dari istilah Vegas Dream ini. Tapi filosofi kehidupan, bahwa kehidupan ini sesungguhnya adalah perjudian besar, bumi ini adalah meja judi raksasa, dan pahit dan kerasnya kehidupan adalah sesuatu yang kita telan setiap hari.
Apa yang kita pertaruhkan? Tentu saja nasib.
Dan apa modal kita? Keberuntungan.
Untuk menceritakan Vegas Dream ini saya harus flashback ke sekitar tahun 2000-2001, saat itu saya masih duduk di bangku sekolah menengah atas.
Saat itu kami sedang gemar-gemarnya menonton dan mengikuti perkembangan serial kartun asal Jepang yang akrab dengan istilah Anime. Karena saking butuhnya akan Anime ini kami rela mengencangkan ikat pinggang yang memang sudah sangat ketat demi menghemat ongkos makan siang kami, bahkan hingga ongkos transport sekalipun.
Hingga suatu hari, kami bosan untuk terus menerus mengirit dan berpikir bagaimana caranya agar bisa membeli VCD Anime supaya terjangkau oleh kantong kami yang masih anak sekolahan dengan ukuran kantong yang sangat sempit ini.
Solusi pertama, saya menemukan online store yang menjual VCD Anime (bajakan tentunya) dengan harga yang luar biasa miring, bahkan mereka juga menyediakan Anime Hentai (porno) dengan harga yang sama miringnya. Tentu saja kami sangat girang saat itu, dan tanpa ditunda lagi kami melakukan pemesanan pertama kami.
Itulah rekod belanja online pertama saya.
"Bagaimana kalau ternyata ini penipuan? Nanti taunya kita diboongin, muka pedagangnya aja kaya gimana kita juga gak tau.."
Benar juga, sempat terlintas di pikiran kami seperti itu. "Tapi biar bagaimanapun, kita coba aja, enggak usah beli banyak-banyak, yang penting coba dulu buat start awal, kalo ternyata ini tokonya tipuan, paling enggak anggap aja buang sial, it's a GAMBLING man! No gain without losing."
Ibarat kata Las Vegas itulah chip pertama yang kami lemparkan.
Dan sayapun melakukan transaki dan mentransfer uang, tidak hanya uang saya, tapi juga uang teman-teman saya.
Dan seminggu pun berlalu, paket sampai di rumah. Sebuah kotak dibungkus kertas coklat dan ada tulisan nama saya di atasnya.
Ooh... ternyata paketnya sampai. "Guys, the package has arrived, safely without a scratch"
Dan kami pun bergembira, ternyata kami tidak perlu lagi jauh-jauh ke Mangga Dua atau Mall Kelapa Gading buat beli VCD Anime yang harganya lebih mahal, di toko ini kita bisa beli dengan harga yang jauuuh lebih murah.
Bulan demi bulan kami jadi ketagihan untuk pesan lagi dan lagi hingga... Eits, terlintaslah ide dalam pikiranku. Yang tau toko ini cuma kita doank, sedangkan anak-anak yang lain di luar sana mereka masih beli di toko, kenapa kita enggak coba jual aja ke mereka, sehingga kita bisa beli VCD Anime dari uang tersebut dan enggak perlu ngeluarin uang jajan kita, bahkan kita juga bisa tonton Anime pesanan mereka juga kan sebelum kita antarkan ke mereka.
"Ah, brilliant idea."
Akhirnya kami mulai berjualan, membagikan katalog kepada anak-anak kelas lain, keuntungan belanja di kami, murah, enggak perlu jalan ke toko, tinggal kasi duit, dan tunggu barang dateng.
Saat itu harga pasaran sebuah VCD Anime adalah Rp. 20000,- untuk 2 keping dalam 1 kotak, disebutnya 1 Volume.
Untuk VCD Hentai Rp 25.000,-
Sedangkan modal kami hanya 1 keping Rp 6000,-
Lantas kami menjualnya
Anime Rp 8000 per keping
Hentai Rp 10000 per keping
Keuntungannya memang kelihatannya tidak besar, tapi lumayan, tambah lagi kami bisa tonton dulu sebelum kami berikan barangnya ke teman kami yang memesan.
Ternyata tak disangka-sangka pesanan paling banyak adalah VCD Hentai (dasar, namanya juga anak muda puber, masih penasaran dan kojot kojot kali liat bokep).
Minimal dari 1 kelas ada 30 pengorder, dan kami menerima order dari 4 kelas. Total kurang lebih ada 120 order. Dan jumlah pesanannya 1 orang kurang lebih 2-3 keping bahkan ada yang 5 keping.
Taro kata rata-rata orang beli 3 keping x 120 x 10000 kemudian dibagi 4 orang. Silahkan hitung sendiri hasilnya.
Jadi anda bayangkan saja berapa keuntungan kami saat itu.
Pada hari H, kami melunasi pesanan dan mengantarkan semua VCD pesanan teman-teman dan dapat dikatakan, pembeli puas penjual senang. Bahkan mereka bilang kalau mau rutin langganan dari kami.
Setelah semua order selesai barulah kami kembali membuka kotak uang dan membagikan keuntungan bersih dari penjualan putaran pertama tersebut.
Ketika menghitung lembar-lembar rupiah itu, untuk saat
itulah pertama kalinya kami terbelalak melihat lembar rupiah yang begitu
banyak. Ibarat Las Vegas inilah hadiah JACKPOT kami. Tentunya kami tidak menyangka kalau akan memegang uang sebanyak itu. Sehari-hari saja jumlah uang jajan kami JAUH sekali dari jumlah uang yang kami pegang saat itu.
Kami terdiam sesaat saling menatap satu sama lain, suasana hening, dan tiba-tiba kami semua berteriak girang, melompat dan kami sudah lupa tujuan semula, kalau uang itu ingin dipakai untuk beli Anime. Oh, tidak, saat itu sudah terlintas pikiran lain, kami ingin menggunakan uang itu untuk bersenang-senang keluar, lebih dari sekedar nonton anime dan berkhayal di pojokan kamar.
Kegembiraan saat itu benar-benar tidak tergambarkan, bocah yang masih pake seragam kaya kami mendadak punya uang dan jumlahnya enggak tanggung-tanggung.
"Mo dipake buat apaan nih? Main warnet sampek teler mampus? Beli kaset PS segudang? Makan di restoran enak, atau kita ke rumah bordil? Ah tapi belom punya KTP, boro-boro bisa masup rumah bordil.."
Saking bingungnya mo dipake buat apa, jawaban saya cuma 1, "Just follow the money..."




0 comments:
Post a Comment
Jang sudah baca, harap tinggalken komen di sini ya, kalo ndak komen nanti tak hantui kowe!