Jumat esok 18 Desember 2009 telah tertanggal 1 Muharram 1430 Hijriah pada penanggalan Hijriah kalender umat muslim.
Malam terakhir di tahun 1430 H, saudaraku sesama Muslim, apa artinya tahun baru Islam bagi kita semua?
Selama tahun baru Masehi kita selalu mengadakan pesta, kembang api, terompet, teriakan countdown. Tapi tahun baru Islam tentu berbeda.
Tahun baru Islam ini sedikit "menegur" saya tenang usia. Coba kita membuka mata dan menatap langit, apa yang kita lihat?
Kehidupan. Itulah jawabannya. Ya, hingga detik ini, apabila kita masih bisa bernafas, menginjakkan kaki di muka bumi, melihat langit (dan tentu saja, membaca blog ini), tentu artinya kita masih diberi umur untuk menjalani hidup, melangkah di dunia fana ini.
Saya bukan orang yang religius, ilmu agama yang saya miliki tidak seberapa, dan saya juga tidak fasih berkhotbah layaknya pemuka-pemuka agama terkenal.
Namun, sebagai manusia biasa, saya membuka mata dan menyadari ternyata pemberian Tuhan paling besar di akhir tahun 1430 H adalah: usia.
Pertanyaannya, apakah yang akan kita lakukan dengan sisa usia kita? Akan kita pergunakan untuk apa rezeki yang diberikan oleh Allah ini?
Dapatkah kita mengingat-ingat kapan terakhir kali kita melakukan dosa, kapan terakhir kali kita memohon taubat? Sebagai manusia begitu banyak dosa baik yang disengaja maupun tidak disengaja kita lakukan.
Sudahkah semua itu imbang dengan amal kebaikan yang kita lakukan?
Doaku di malam Muharram ini,
semoga amal kebaikan kita sepanjang tahun kemarin diterima dengan ridha Allah Swt.
Dan, semoga tahun ini kita dapat memanfaatkan usia yang masih diberikan kepada kita ini dengan sebaik-baiknya.
Selamat hari raya Tahun baru untuk umat Muslim di seluruh dunia.
Arindra Victorio



0 comments:
Post a Comment
Jang sudah baca, harap tinggalken komen di sini ya, kalo ndak komen nanti tak hantui kowe!